LAMARAN dan PENINGSETAN


lamaran dan peningsetan

Tanggal 18 oktober nanti , kami menjalani satu sesi (halah) menuju hari pernikahan kami.
sebenernya kami ga plek2an pake adat yogya secara gila2an siyh…cuma kebetulan ajah kedua orang tua kami ingin melestarikan tradisi.

nah, berhubung malam ini si mas belum sampe rumah, jadi saya iseng2 browsing n nemu link yang bagus.
isinya tentang WO siyh, tapi mereka mencantumkan juga tata cara pernikahan adat jawa.
OK, saya coba jabarkan yah…

Lamaran

Melamar artinya meminang, karena pada zaman dulu diantara pria dan wanita yang akan menikah terkadang masih belum saling mengenal, jadi dalam hal ini orang tualah yang mencarikan jodoh dengan cara menanyakan kepada seseorang apakah puterinya sudah atau belum mempunyai calon suami. Dari sini bisa dirembug hari baik untuk menerima lamaran atas persetujuan bersama.

Upacara lamaran:

·       Pada hari yang telah ditetapkan, datanglah utusan dari calon besan yaitu orang tua calon pengantin pria dengan membawa oleh-oleh. Pada zaman dulu yang lazim disebut Jodang ( tempat makanan dan lain sebagainya ) yang dipikul oleh empat orang pria.

·       Makanan tersebut biasanya terbuat dari beras ketan antara lain: Jadah, wajik, rengginang dan sebagainya.

·       Menurut naluri makanan tersebut mengandung makna sebagaimana sifat dari bahan baku ketan yang banyak glutennya sehingga lengket dan diharapkan kelak kedua pengantin dan antar besan tetap lengket (pliket,Jawa).

·      Setelah lamaran diterima kemudian kedua belah pihak merundingkan hari baik untuk melaksanakan upacara peningsetan. Banyak keluarga Jawa masih melestarikan sistem pemilihan hari pasaran pancawaradalam menentukan hari baik untuk upacara peningsetan dan hari ijab pernikahan.

 

Peningsetan

Kata peningsetan adalah dari kata dasar singset (Jawa) yang berarti ikat, peningsetan jadi berarti pengikat.

Peningsetan adalah suatu upacara penyerahan sesuatu sebagai pengikat dari orang tua pihak pengantin pria kepada pihak calon pengantin putri.

Menurut tradisi peningset terdiri dari:

·       Kain batik

·       bahan kebaya

·       semekan

·       perhiasan emas

·       uang yang lazim disebut tukon (imbalan) disesuaikan kemampuan ekonominya

·       jodang yang berisi: jadah, wajik, rengginan, gula, teh, pisang raja satu tangkep, lauk pauk dan satu jenjang kelapa yang dipikul tersendiri

·        satu jodoh ayam hidup.


Untuk menyambut kedatangan ini diiringi dengan gending Nala Ganjur .
Biasanya penentuan hari baik pernikahan ditentukan bersama antara kedua pihak setelah upacara peningsetan.

Susunan acara yang biasa dilakukan ketika acara lamaran berlangsung :

·         Diawali dengan kedatangan rombongan keluarga pria ke rumah wanita.

·         Pembukaan acara oleh MC atau pembawa acara.

·         Mengutarakan maksud dan tujuan kedatangan rombongan keluarga pria yang biasanya diwakilkan oleh utusan yang sudah ditunjuk.

·         Kemudian dari pihak keluarga wanita akan memberikan sambutan penerimaan sebagai tanda bahwa pihak keluarga menyambut baik rencana lamaran dari pihak pria.

·         Penyerahan secara simbolis hantaran lamaran dari ibu sangan pria kepada ibu sang wanita. Setelah tiu, sebagai tanda betapa besar cinta kasih keluarga sang wanita kepada pria maka diserahkan pula tanda cinta kasih balasan yang bisa berupa seperangkat pakaian pria atau jenis lain yang sudah disepakati sebelumnya.

·         Apabila akan diadakan acara pemasangan cincin maka ibu sang pria akan memasangkan cincin kepada wanita dan sebaliknya, dari ibu sang wanita kepada pria. Namun, acara ini juga dapat ditiadakan apabila anda menginginkan pemasangan  cincin akan langsung dilakukan pada waktu acara akad nikah. Semua bergantung dari pembicaraan internal antara keluarga anda dan keluarga calon pasangan anda.

·         Perkenaan keluarga masing-masing, yang biasanya diawali oleh keluarga pihak pria baru kemudian keluarga pihak wanita.

·         Penutupan ole MC atau pembawa acara yang diteruskan dengan doa bersama, bertujuan agar segala sesuatu yan g telah anda berdua rencanakan dapat berjalan dengan lancar.

·         Acara ramah-tamah yang biasanya diisi dengan makan bersama yang sebelumnya telah disiapkan.

Tata Cara Pernikahan Adat Jogjakarta

Tata Cara Pernikahan Adat Jogjakarta – Adat dan budaya yang ada di Indonesia sangatlah beragam, baik dari segi seni tari, kerajinan tangan atau pernikahan. Dalam budaya setiap daerah-daerah juga pasti ada ciri khas tersendiri. Bagaimana jika adminBerita Terkini bahas dulu seperti apa sih tata cara adat sebuah pernikahan? Kita ke adat Jogjakarta dulu yah, daerah-daerah lain menyusul 

Pada adat Yogyakarta cara pernikahannya ada beberapa tahap, hemmm sedikit rumit nie. Tapi acara pernikahan emang ga gampangkan. Yuk lanjut simak apa yng admin ketahui soal tata cara pernikahan adat Jogjakarta. Berikut Tata Cara Pernikahan Adat Jogjakarta:

Nontoni

Nontoni adalah upacara untuk melihat calon pasangan yang akan dikawininya. Dimasa lalu orang yang akan nikah belum tentu kenal terhadap orang yang akan dinikahinya, bahkan terkadang belum pernah melihatnya, meskipun ada kemungkinan juga mereka sudah tahu dan mengenal atau pernah melihatnya.
Agar ada gambaran siapa jodohnya nanti maka diadakan tata cara nontoni. Biasanya tata cara ini diprakarsai pihak pria. Setelah orang tua si perjaka yang akan diperjodohkan telah mengirimkan penyelidikannya tentang keadaan si gadis yang akan diambil menantu. Penyelidikan itu dinamakan dom sumuruping banyu atau penyelidikan secara rahasia.
Setelah hasil nontoni ini memuaskan, dan siperjaka sanggup menerima pilihan orang tuanya, maka diadakan musyawarah diantara orang tua / pinisepuh si perjaka untuk menentukan tata cara lamaran.

Lamaran
Melamar artinya meminang, karena pada zaman dulu diantara pria dan wanita yang akan menikah terkadang masih belum saling mengenal, jadi hal ini orang tualah yang mencarikan jodoh dengan cara menanyakan kepada seseorang apakah puterinya sudah atau belum mempunyai calon suami. Dari sini bisa dirembug hari baik untuk menerima lamaran atas persetujuan bersama.
Upacara lamaran: Pada hari yang telah ditetapkan, datanglah utusan dari calon besan yaitu orang tua calon pengantin pria dengan membawa oleh-oleh. Pada zaman dulu yang lazim disebut Jodang ( tempat makanan dan lain sebagainya ) yang dipikul oleh empat orang pria. Makanan tersebut biasanya terbuat dari beras ketan antara lain : Jadah, wajik, rengginan dan sebagainya. Menurut naluri makanan tersebut mengandung makna sebagaimana sifat dari bahan baku ketan yang banyak glutennya sehingga lengket dan diharapkan kelak kedua pengantin dan antar besan tetap lengket (pliket,Jawa). Setelah lamaran diterima kemudian kedua belah pihak merundingkan hari baik untuk melaksanakan upacara peningsetan. Banyak keluarga Jawa masih melestarikan sistem pemilihan hari pasaran pancawara dalam menentukan hari baik untuk upacara peningsetan dan hari ijab pernikahan.

Peningsetan
Kata peningsetan adalah dari kata dasar singset (Jawa) yang berarti ikat, peningsetan jadi berarti pengikat. Peningsetan adalah suatu upacara penyerahan sesuatu sebagai pengikat dari orang tua pihak pengantin pria kepada pihak calon pengantin putri. Menurut tradisi peningset terdiri dari : Kain batik, bahan kebaya, semekan, perhiasan emas, uang yang lazim disebut tukon ( imbalan) disesuaikan kemampuan ekonominya, jodang yang berisi: jadah, wajik, rengginan, gula, teh, pisang raja satu tangkep, lauk pauk dan satu jenjang kelapa yang dipikul tersendiri, satu jodoh ayam hidup. Untuk menyambut kedatangan ini diiringi dengan gending Nala Ganjur . Biasanya penentuan hari baik pernikahan ditentukan bersama antara kedua pihak setelah upacara peningsetan.

Upacara Tarub
Tarub adalah hiasan janur kuning ( daun kelapa yang masih muda ) yang dipasang tepi tratag yang terbuat dari bleketepe ( anyaman daun kelapa yang hijau ). Pemasangan tarub biasanya dipasang saat bersamaan dengan memandikan calon pengantin ( siraman, Jawa ) yaitu satu hari sebelum pernikahan itu dilaksanakan.
Untuk perlengkapan tarub selain janur kuning masih ada lagi antara lain yang disebut dengan tuwuhan. Adapun macamnya :

Dua batang pohon pisang raja yang buahnya tua/matang.
Dua janjang kelapa gading ( cengkir gading, Jawa )
Dua untai padi yang sudah tua.
Dua batang pohon tebu wulung ( tebu hitam ) yang lurus.
Daun beringin secukupnya.
Daun dadap srep.

Tuwuhan dan gegodongan ini dipasang di kiri pintu gerbang satu unit dan dikanan pintu gerbang satu unit ( bila selesai pisang dan kelapa bisa diperebutkan pada anak-anak ) Selain pemasangan tarub diatas masih delengkapi dengan perlengkapan-perlengkapan sbb. (Ini merupakan petuah dan nasehat yang adi luhung, harapan serta do’a kepada Tuhan Yang Maha Kuasa ) yang dilambangkan melalui:

1. Pisang raja dan pisang pulut yang berjumlah genap.
2. Jajan pasar
3. Nasi liwet yang dileri lauk serundeng.
4. Kopi pahit, teh pahit, dan sebatang rokok.
5. Roti tawar.
6. Jadah bakar.
7. Tempe keripik.
8. Ketan, kolak, apem.
9. Tumpeng gundul
10. Nasi golong sejodo yang diberi lauk.
11. Jeroan sapi, ento-ento, peyek gereh, gebing
12. Golong lulut.
13. Nasi gebuli
14. Nasi punar
15. Ayam 1 ekor
16. Pisang pulut 1 lirang
17. Pisang raja 1 lirang
18. Buah-buahan + jajan pasar ditaruh yang tengah-tengahnya diberi tumpeng kecil.
19. Daun sirih, kapur dan gambir
20. Kembang telon (melati, kenanga dan kantil)
21. Jenang merah, jenang putih, jenang baro-baro.
22. Empon-empon, temulawak, temu giring, dlingo, bengle, kunir, kencur.
23. Tampah(niru) kecil yang berisi beras 1 takir yang diatasnya 1 butir telor ayam mentah, uang logam, gula merah 1 tangkep, 1 butir kelapa.
24. Empluk-empluk tanah liat berisi beras, kemiri gepak jendul, kluwak, pengilon, jungkat, suri, lenga sundul langit
25. Ayam jantan hidup
26. Tikar
27. Kendi, damar jlupak (lampu dari tanah liat) dinyalakan
28. Kepala/daging kerbau dan jeroan komplit
29. Tempe mentah terbungkus daun dengan tali dari tangkai padi ( merang )
30. Sayur pada mara
31. Kolak kencana
32. Nasi gebuli
33. Pisang emas 1 lirang

Masih ada lagi petuah-petuah dan nasehat-nasehat yang dilambangkan melalui : Tumpeng kecil-kecil merah, putih,kuning, hitam, hijau, yang dilengkapi dengan buah-buahan, bunga telon, gocok mentah dan uang logam yang diwadahi diatas ancak yang ditaruh di:

1. Area sumur
2. Area memasak nasi
3. Tempat membuat minum
4. Tarub
5. Untuk menebus kembarmayang ( kaum )
6. Tempat penyiapan makanan yanh akan dihidangkan.
7. Jembatan
8. Prapatan.
5. Nyantri

Upacara nyantri adalah menitipkan calon pengantin pria kepada keluarga pengantin putri 1 sampai 2 hari sebelum pernikahan. Calon pengantin pria ini akan ditempat kan dirumsh saudara atau tetangga dekat. Upacara nyantri ini dimaksudkan untuk melancarkan jalannya upacara pernikahan, sehingga saat-saat upacara pernikahan dilangsungkan maka calon pengantin pria sudah siap dit3empat sehingga tidak merepotkan pihak keluarga pengantin putri.

Upacara Siraman
Siraman dari kata dasar siram ( Jawa ) yang berarti mandi. Yang dimaksud dengan siraman adalah memandikan calon pengantin yang mengandung arti membershkan diri agar menjadi suci dan murni. Bahan-bahan untuk upacara siraman :

Kembang setaman secukupnya
Lima macam konyoh panca warna ( penggosok badan yang terbuat dari beras kencur yang dikasih pewarna)
Dua butir kelapa hijau yang tua yang masih ada sabutnya.
Kendi atai klenting
Tikar ukuran ½ meter persegi
Mori putih ½ meter persegi
Daun-daun : kluwih, koro, awar-awar, turi, dadap srep, alang-alang
Dlingo bengle
Lima macam bangun tulak ( kain putih yang ditepinnya diwarnai biru)
Satu macam yuyu sekandang ( kain lurik tenun berwarna coklat ada garis-garis benang kuning)
Satu macam pulo watu (kain lurik berwarna putih lorek hitam), 1 helai letrek ( kain kuning), 1 helai jinggo (kain merah).
Sampo dari londo merang ( air dari merang yang dibakar didalam jembangan dari tanah liat kemudian saat merangnya habis terbakar segera apinya disiram air, air ini dinamakan air londo)
Asem, santan kanil, 2meter persegi mori, 1 helai kain nogosari, 1 helai kain grompol, 1 helai kain semen, 1 helai kain sidomukti atau kain sidoasih
Sabun dan handuk.
Saat akan melaksanakan siraman ada petuah-petuah dan nasehat serta doa-doa dan harapan yang di simbulkan dalam:
Tumpeng robyong
Tumpeng gundul
Nasi asrep-asrepan
Jajan pasar, pisang raja 1 sisir, pisang pulut 1 sisir, 7 macam jenang
Empluk kecil ( wadah dari tanah liat) yang diisi bumbu dapur dan sedikit beras
1 butir telor ayam mentah
Juplak diisi minyak kelapa
1 butir kelapa hijau tanpa sabut
Gula jawa 1 tangkep
1 ekor ayam jantan

Untuk menjaga kesehatan calon pengantin supaya tidak kedinginan maka ditetapkan tujuh orang yang memandikan, tujuh sama dengan pitu ( Jawa ) yang berarti pitulung (Jawa) yang berarti pertolongan. Upacara siraman ini diakhiri oleh juru rias ( pemaes ) dengan memecah kendi dari tanah liat.

Midodareni
Midodareni berasal dari kata dasar widodari ( Jawa ) yang berarti bidadari yaitu putri dari sorga yang sangat cantik dan sangat harum baunya. Midodareni biasanya dilaksanakan antara jam 18.00 sampai dengan jam 24.00 ini disebut juga sebagai malam midodareni, calon penganten tidak boleh tidur.
Saat akan melaksanakan midodaren ada petuah-petuah dan nasehat serta doa-doa dan harapan yang di simbulkan dalam:

Sepasang kembarmayang ( dipasang di kamar pengantin )
Sepasang klemuk ( periuk ) yang diisi dengan bumbu pawon, biji-bijian, empon-empon dan dua helai bangun tulak untuk menutup klemuk tadi
Sepasang kendi yang diisi air suci yang cucuknya ditutup dengan daun dadap srep ( tulang daun/ tangkai daun ), Mayang jambe (buah pinang), daun sirih yang dihias dengan kapur.
Baki yang berisi potongan daun pandan, parutan kencur, laos, jeruk purut, minyak wangi, baki ini ditaruh dibawah tepat tidur supaya ruangan berbau wangi.

Adapun dengan selesainya midodareni saat jam 24.00 calon pengantin dan keluarganya bisa makan hidangan yang terdiri dari :

Nasi gurih
Sepasang ayam yang dimasak lembaran ( ingkung, Jawa )
Sambel pecel, sambel pencok, lalapan
Krecek
Roti tawar, gula jawa
Kopi pahit dan teh pahit
Rujak degan
Dengan lampu juplak minyak kelapa untuk penerangan ( jaman dulu)

Upacara Langkahan
Langkahan berasal dari kata dasar langkah (Jawa) yang berarti lompat, upacara langkahan disini dimaksudkan apabila pengantin menikah mendahului kakaknya yang belum nikah , maka sebelum akad nikah dimulai maka calon pengantin diwajibkan minta izin kepada kakak yang dilangkahi.

Upacara Ijab
Ijab atau ijab kabul adalah pengesahan pernihakan sesuai agama pasangan pengantin. Secara tradisi dalam upacara ini keluarga pengantin perempuan menyerahkan / menikahkan anaknya kepada pengantin pria, dan keluarga pengantin pria menerima pengantin wanita dan disertai dengan penyerahan emas kawin bagi pengantin perempuan. Upacara ijab qobul biasanya dipimpin oleh petugas dari kantor urusan agama sehingga syarat dan rukunnya ijab qobul akan syah menurut syariat agama dan disaksikan oleh pejabat pemerintah atau petugas catatan sipil yang akan mencatat pernikahan mereka di catatan pemerintah.

Upacara Panggih
Panggih ( Jawa ) berarti bertemu, setelah upacara akad nikah selesai baru upacara panggih bisa dilaksanaakan,. Pengantin pria kembali ketempat penantiannya, sedang pengantin putri kembali ke kamar pengantin. Setelah semuanya siap maka upacara panggih dapat segera dimulai.
Untuk melengkapi upacara panggih tersebut sesuai dengan busana gaya Yogyakarta dengan iringan gending Jawa:

1. Gending Bindri untuk mengiringi kedatangan penantin pria
2. Gending Ladrang Pengantin untuk mengiringi upacara panggih mulai dari balangan ( saling melempar ) sirih, wijik ( pengantin putri mencuci kaki pengantin pria ), pecah telor oleh pemaes.
3. Gending Boyong/Gending Puspowarno untuk mengiringi tampa kaya (kacar-kucur), lambang penyerahan nafkah dahar walimah. Setelah dahar walimah selesai, gending itu bunyinya dilemahkan untuk mengiringi datangnya sang besan dan dilanjutkan upacara sungkeman

 

…………………………….

Atur pambagya harja jroning adicara lamaran ing temantènan adat Jawa, kuwi arupa basa Jawa kang dipocapaké déning pranata cara.

Tuladha

Para lenggah kakung sumawana putri, ingkang sinuba ing pakurmatan, raos bombong miwah mongkoging manah, panjenenganipun Bp…… sekalihan ingkang mengku gati mboten saged nggambaraken ing mriki, madya ning pahargyan ing kalenggahan punika ing sedya badhe hangaturaken pambagya harja wonten ngarsa panjenengan.

Awit saking bombonging manah anggenya badhe matur amung kandheg wonten samadyaning jangga, ingkang punika minangka sulih salira ingkang piniji nun inggih panjenenganipun Bp……. wekdal kasumanggakaken, sumangga nuwun

……………

Atur pambagya harja sarah tinampèn kuwi basa sing dianggo ing adicara Pengantin Jawa ana ing acara srah tinampèn lamaran.

Tuladha atur pambagya pasrah lamaran

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, Para pepundhèn, parapinisepuh para sesepuh ingkang pantes pinundhi, para kadang duta saraya saking calon saha badhe/calon kadang besan minangka cundhaka ingkang pantes kinurmatan, para lenggah kakung putri ingkang satuhu bahya mulya.

Keparenga kula mambeng saha nggempil kamardikan panjenengan sadaya karana kula piniji panjenenganipun Bp…… sekalihan, kinen ngaturaken pambagyaharja, raos suka ebahing manah bingah saha lekasing sedya ing kalenggahan punika.

Pinangka purwakaning atur sumangga nun tansah kula dherekaken ngaturaken puji syukur wonten ngarsa dalem Gusti ingkang Maha Agung, karana sih wilasa miwah barokah ingkang rumentah dhumateng panjenengan sadaya dalasan kula, saengga ing kalenggahan punika maksih saged kempal manunggal kanthi pinayungan karaharjan tebih ing sambekala.

Para lenggah ingkang sinuba ing pakurmatan, madyaning pepanggihan punika, Bp…… sekalihan lumuntur kula hangambali atur, sugeng rawuh awit karawuhanipun para pepundhen miwah para pinisepuh langkung-langkung para kadang duta saraya tresna, sinarengan raos panuwun ingkang tanpa pepindhan mugi keparenga panjenenganipun para lenggah kasuwun lellenggahan kanthi mardu mardikaning panggalih.

Para tamu miwah para lenggah ingkang winantu ing suka basuki, lekas wekasing sedya wigatosing gati, keparenga kula aturaken nadyan panjenengan sadaya hambok bilih sampun ngawuningani gatining sedya ing kalenggahan punika. Nun inggih ing nguni Panjenenganipun Bp……. sekalihan garwa sampun nggumolongaken pirembagan kalihan panjenenganipun Bp……. sekalian karana ing pangajab sami-sami netepi darmaning asepuh nedya ngraketaken balung apisah daging arenggang, ingkang antawisipun Bp…… seklian garwa kagungan putra ingkang kekasih Bp….. panjenenganipun Bp…… sekalihan anggadhahi siwi putri taruni kanthi asesilih Rr…… manunggaling sedya ingkang sampun jumbuh handhaupaken ingkang putra calon penganten setataning agami miwah setataning adhat. Inggih awit saking samudayanipun sampun manunggil cipta rasa miwah karsanipun ing kalenggahan punika badhe kaleksanaaken tata upacara pasrah panampining upakarti winastan lamaran saha walimahan.

Mugi-mugi wekasing sedya saged kasembadan ingkang sami ginayuh, panyuwunipun Bp…… sekalihan mugi wontena jumurunging pamuji hastuti saking para lenggah sedaya hanggenya Bp…… sekalihan badhe nampi pasrahipun calon kadang besan tansah manggih basuki ing salwiring reh.

Hambok bilih Bp….. sekalihan sumarambah para kulawangsa anggenipun nampi karawuhan penjenengan sadayakiranging tanggap tangguh miwah gupuh labet hanglenggana budi dayaning manungsa kirang sampurna, awit saking punika Bp…… sekalihan namung tansah tumadhah lubering pangaksama.

Ing wasana pantok pepuntoning aturipun Bp….. sekalihan lumantar kula, hambok bilih wonten atur kula ingkang mboten mranani dhiri saha mboten hanuju prana labet kiranging seserepan kula ing reh subasita, basa tuwin sastra, mugi diagung pangaksama panjenengan sadaya, wekdal kula aturaken kadang panata cara.


Assalamualaikum.Wr.Wb

Panjenenganipun para pepundhen, para sesepuh, para pinisepuh ingkang pantes pinundhi, panjenenganipun purna karya labet praja, para santana warga saking Bp………………….. sekalihan garwa ingkang pantes kinurmatan, para kadang wredha muda ingkang bagya mulya.

Amit pasang paliman tabik, ila-ila dina sinabetna ing ila duni tinebihna tulak sarik dhumawahing tawang towang, mugi linepata saking siku dhendhaning Gusti ingkang Maha Kawasa, kalilanana kula matur kanthi ngadeg wonten ngarsa panjenengan sadaya saperlu nggempil kamardikan panjenengan ingkang katemben wawan pangandikan, karana ing kalenggahan punika kula piniji ngembani wuwus dados duta saraya miwah cundhaka sulih saliranipun

Bp …………. sekalian.

Tinarbuka keparenga langkung rumiyin kula ngaturaken puji syukur wonten ngarsa dalem Gusti ingkang Maya Agung, awit saking barokah saha rohmatipun ingkang tansah kaparingaken dhumateng panjenengan sadaya dalasan kula, saengga maksih pinarengaken kempal manunggal kanthi karaharjan tebih ing sambekala. Sinawung raos suka ing ngajeng, keparenga kula ngaturaken wosing gati menggah pisowan kula sakadang.

Nun inggih maligi katur wonten ngarsanipun Bp……. sekalihan garwa kula pinangka sulih saliranipun Bp…….. sekalihan ngaturaken salam taklim mugi katur wonten ngarsa panjenengan sumarambah para kulawarga samudayanipun. Wondene wigatosing gati pisowan kula sakadang saperlu ngaturaken wudharing gatha babaring sedya. Nun inggih ing nguni Bp……. sekalihan garwa sami-sami hanggadhahi pirembagan ingkang ing antawisipun Bp……… sekalihan hanggadhahi putra jalu kekasih pun ………………… wondene Bp…………………. garwa hanggadhahi kenya taruni sesilih ……… gumolonging pirembagan nedya hangraketaken balung apisah daging arenggang bebasan ngebun-ebun ajejawah sonten ndhodhog latar ndhodhok lawang sumedya nginang jambe suruhe, kanthi atur makaten karana sampun jumbuh anggenipun pepetangan, saha sampun manunggal cipta, rasa miwah karsa, agenging manah ingkang tanpa pepindhan Bp……….. sekalihan anggennya sampun katampi panglamaripun pramila ing kalenggahan punika Bp…………sekalian ngaturaken sarana miwah upakarti pinangka jangkeping tata cara salaki rabi.

Nun inggih perlu kula aturaken mriki ingkang badhe kaaturaken wonten ngarsanipun bp…….. sekalihan garwa.

Sanggan saha majemuk ingkang sampun wonten wujudipun kanthi pangajabing sedya dadosa sarana sahipun sesanggeman miwah raketing kekadangan satemah mboten saget pisah salami-laminipun.

Kasoking katresnanipun BpMaridi sekalihan dhumateng Bp ……………. sekalihan garwa ing mriki badhe ngaturaken malih ageman ingkang awujud ing pangajab pinangka badhe/calon penganten putri.

Mboten kekilapan Bp………… sekalihan ngaturaken redana wujuding arta kenginga damel ngentheng-enthengi anggenipun Bp………. sekalihan garwa netepi darmaning sepuh miwaha siwi mahargya suta. Amung panyuwunipun bpMaridi sekalihan, mugi keparenga calon penganten kadhaupna saha kapanggihna miturut satataning agami miwah adat ingkang sampun lumampah ing tlatah mriki. Hambok bilih Bp…………. sekalihan anggenipun ngaturaken sarana wonten kekiranganipun labet budi dayaning manungsa kirang sampurna, mila awit saking punika Bp…….. sekalihan garwa mugi hangadhapna samodra pangaksama ingkang agung.

Pepuntoning atur kula minangka sulih salira saking Bp……….. sekalihan menawi wonten gonyak-ganyuk wicara kiranging suba sita ingkang singlaring reh tata krama miwah kasusilan, mugi diagung pangaksama panjenengan sadaya. Ing wasana, Wabillahi taufiq wal hidayah.

Wassallammualaikum.Wr.Wb

Wacan

Atur panampi iku urutan jroning prosèsi lamaran.

Tuladha atur panatacara ngancik panampi

Makaten para lenggah kakung saha putri, atur pasrahipun Bp…. pinangka duta saraya ing kalenggahan punika, kanthi prastawa cetha wijang wijiling pangandikan, ingkang salajengipun pasrah sarana badhe katampi panejenganipun Bp…. minangka sulih salira Bp…. sekalihan (mengku gati). Wekdal kasumanggahaken, sumangga nun….

About these ads
    • yunarto
    • Juni 14th, 2014

    Matur nuwun

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: